Desember 29, 2011

Program penguatan modal koperasi terealisasi 100%

Pemerintah selama program kerja tahun ini berhasil merealisasi 100% kinerjanya terhadap penguatan modal sekitar 1.370 koperasi di seluruh Indonesia yang dialokasikan sekitar Rp68,5 miliar.

Pariaman Sinaga, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, menjelaskan penguatan permodalan koperasi dilakukan pemerintah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi secara merata di seluruh wilayah kabupaten Indonesia.

”Koperasi penerima dana perkuatan tersebut sebanyak 1.370 unit, dan semua koperasi yang dilayani 100% menerima dana perkuatan sesuai prosedural,” ujarnya kepada Bisnis hari ini.

Jumlah koperasi penerima tahun ini di bawah angka tahun lalu yang mencapai sekitar 2.600 koperasi dengan total realisasinya sekitar Rp130 miliar. Sedangkan jumlah dana yang dialokasikan kepada setiap unit koperasi sama, yakni Rp50 juta.

Sebenarnya, kata Pariaman, anggaran dikedeputiannya hanya ke 1.260 koperasi.  Namun jumlahnya bisa mencapai 1.370 karena ada bonus dari kinerja Deputi Bidang Pembiayaan sehingga menerima tambahan dari efisiensi anggaran Kementerian Koperasi dan UKM.

Tahun depan instansi tersebut mengharapkan peningkatan anggaran dari APBN agar aktivitas eknomi semakin merata di Indonesia, khususnya di kabupaten. Pada penyaluran tahun ini, Kementerian Koperasi dan UKM menetapkan 3 koperasi penerima di setiap kabupaten.

Sistem penyerahan modal dilakukan secara bottom-up, dan prosedural persyaratannya dipermudah. Koperasi penerima diprioritaskan yang masih merangkak dan kesulitan modal kerja.

Mereka membuat proposal lalu diverifikasi tim pusat, dan wajib mengisi formulir. Kemudian dicairkan melalui Kantor Perbendaharaan Negara (KPN). Dengan demikian tidak ada penyimpangan penyaluran dana tersebut.

“Saya melakukan uji petik secara diam-diam terhadap penyaluran itu. Beberapa koperasi saya kunjungi tanpa menyebut identitas. Koperasi pemulung di Sumatra Barat misalnya, berhasil meningkatkan kinerja setelah menerima bantuan,” ujar Pariaman Sinaga.

Di Bali tanpa diketahui Kepala Dinas Koperasi dan UKM setempat, Pariaman bahkan menjumpai koperasi penjual bakul yang juga mengalami produktivitas setelah tiga bulan menerima bantuan. Omzet anggotanya juga meningkat.

”Apabila aktivitas koperasi ditingkakan melalui permodalan, berdampak pada peningkatan kinerja. Sebab, koperasi yang kami bantu adalah koperasi yang memerlukan permodalan. Kami mengharapkan mereka bisa meningkatkan kegiatan ekonomi di daerahnya.”

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/program-penguatan-modal-koperasi-terealisasi-100-percent

Tidak ada komentar:

Posting Komentar